Selasa, 16 April 2013

REFLEKSI (Elegi Ritual Ikhlas 9: Menggapai Keutamaan Dzikir)


Allah selalu menyertai kita dimanapun kita berada. Allah selalu menemani kita baik sat terjatuh maupun saat berada diatas.Jika kita ingin mengenal Allah maka kenalilah diri mu lah terlebih dahulu supaya engkau bisa dekat dengan-Nya. Dzikir merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir hati kita menjadi bersih. Dengan hati yang bersih maka segala apa yang kita lakukan kan bernilai pahala. Dzikir itu mempunyai manfaat yang luar biasa, melalui dzikir setan-setan yang berada di dekat kita menjdi jauh, melalui dzikir pula Allah akan senantiasa memberikan rezeki kepada kita. Dzikir itu harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar supaya makna dari setiap lafaz yanag kita hembuskan dapat meresap kedalam hati kita.

Jumat, 12 April 2013

REFLEKSI(Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas.)


Gunakanlah waktu luang mu dengan hal-hal yang bermanfaat seperti banyak-banyak melakukan dzikir dan beristigfar.Istigfar adalah obat dari penyait hati yaitu salah satunya sombong. Istigfar itu tak perlu dipamer-pamerkan, jika kita memamerkan istigfar kita maka itu hanya sebagai buah bibir dan belum ikhlas. Rasa ikhlas itu tumbuh ketika kita dapat menerima cobaan yang diberikan oleh Allah dengan lapang dada tanpa mengeluh sedikitpun. Karena cobaan atau ujian yang kita terima merupakan sebagian rezeki kita yang masih tertunda.
Semua pekerjaan itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah komitmen. Ketika kita sudah berkomitmen dengan apa yang kita pilih maka kita akan ikhlas dalam menjalankannya. Rasa ikhlas itu harus berangkat dari niat yang lurus untuk memperoleh ridha Allah S.W.T.

REFLEKSI(Elegi Ritual Ikhlas 5: Cantraka Hitam Menguji Ilmu Hitamnya)

Semua yang kita dapatkan dan peroleh selama ini semata-semata semua karena ridha dari Allah S.W.T. Ilmu yang kita peroleh dan cita-cita kita baik yang sudah terwujud atau belum semuanya tidak lepas dari campur tangan Allah S.W.T. Karena hanya Allah lah sutradara dari sandiwara kehidupan ini. Janganlah kita sekali-kali merasa sombong bahwa apa yang kita dapatkan adalah usaha kita sendiri tanpa campur tangan orang lain. Padahal tanpa mereka sadari bahwa apa yang kita peroleh selama ini berasal dari Allah S.W.T. Oleh karena itu, kita sudah sepatutnya harus bersyukur kepada Allah S.W.T dengan apa yang kita dapatkan selama ini dan menerima dengan ikhlas apa 

Kamis, 11 April 2013

REFLEKSI(Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas)


Ikhlas dalam bahasa jawa dapat diartikan "legowo" yaitu, menerima segala ketentuan yang digariskan dengan lapang dada tanpa ada keluhan yang keluar dari lisan. Kata ikhlas itu tak perlu diucapkan dari lisan karena ikhlas itu akan tumbuh dari dalam hati yang paling dalam. Tingkat keikhlasan seseorang dapat dilihat seberapa jauh orang tersebut sabar menghadapi setiap cobaan dan menerima takdir yang di gariskan oleh Tuhan. Orang yang ikhlas itu hendaknya jangan terlalu mengejar kenikmatan dunia saja akan tetapi juga memperhatikan kehidupan nantinya yang lebih abadi. oleh karena itu, setiap kegiatan harus dilandasi dengan niat yang ikhlas agar kita memperoleh ridha-Nya.

REFLEKSI(Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis)


Rasa ikhlas itu tumbuh dari hati. Rasa ikhlas itu tak perlu ditunjukan kepada setiap orang, jika diperlihatkan akan terkesan sombong. Rasa ikhlas itu tidak mengenal dan mengharap kata pujian. Ikhlas itu hanya mengharapkan ridha Allah SWT. Rasa ikhlas itu dapat dikembangkan dengan melakukan ibadah yang benar, seperti shalat yang benar, zikir yang benar, puasa sunah yang benar.
Derajat dan kekuasaan di mata Tuhan tidak berarti apa-apa, karena yang membedakan seseorang dimata Tuhan adalah amal dan perbuatannya. Manusia itu memiliki hak dan kewajiban yang sama, tidak ada pembeda seperti sistem kasta. Oleh karena itu, luruskan niat ketika kita akan melaksanakan sesuatu supaya  hati dan pikiran kita bisa ikhlas untuk menerimanya.

REFLEKSI (Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan teknis)


Segala sesuatu itu harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan, supaya tidak melenceng dari apa yang kita harapkan. Begitupun dengan ibadah, harus dilakukan dengan baik dan benar serta sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. beribadah pun harus dilakukan dengan hati yang ikhlas dan tulus. Dalam melakukan ibadah hendaknya dilakukan secara khusuk agar kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan. Oleh karena itu, dalam melakukan ibadah kita harus saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain. Baik itu lisan maupun perbuatan. Hak dan kewajiban manusia itu sama, yang membedakan derajat manusia di mata Tuhan itu hanya amal dan perbuatan serta ke ikhlasan.

REFLEKSI(Dialog Internasional 7 Pendidikan Matematika)


Pendidikan matematika dan matematika murni ibarat dua sisi mata uang. Pendidikan matematika lebih menekankan pada aspek pedagogik, bagaimana guru memperkenalan matematika kepada peserta didik dan melibatkan siswa sat kegiatan pembelajaran serta bagaimana siswa dapat menerima dan menganalisis materi yang disampaikan oleh guru. Sedangkan matematika murni lebih menekan pada konsepan matematika secara rinci dan konseptual. sebenarnya antara pendidikan matematika dan matematika murni saling behubungan dan berkesinambungan antara satu dengan yang lain karena sama mempelajari matematika. Hanya saja aspek yang dikaji antara matematika murni dan pendidikan matematika berbeda.