Allah selalu
menyertai kita dimanapun kita berada. Allah selalu menemani kita baik sat
terjatuh maupun saat berada diatas.Jika kita ingin mengenal Allah maka
kenalilah diri mu lah terlebih dahulu supaya engkau bisa dekat dengan-Nya.
Dzikir merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui
dzikir hati kita menjadi bersih. Dengan hati yang bersih maka segala apa yang
kita lakukan kan bernilai pahala. Dzikir itu mempunyai manfaat yang luar biasa,
melalui dzikir setan-setan yang berada di dekat kita menjdi jauh, melalui
dzikir pula Allah akan senantiasa memberikan rezeki kepada kita. Dzikir itu
harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar supaya makna dari setiap lafaz
yanag kita hembuskan dapat meresap kedalam hati kita.
Selasa, 16 April 2013
Jumat, 12 April 2013
REFLEKSI(Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi kepada Muhammad Nurikhlas.)
Gunakanlah waktu luang mu dengan hal-hal yang bermanfaat
seperti banyak-banyak melakukan dzikir dan beristigfar.Istigfar adalah obat
dari penyait hati yaitu salah satunya sombong. Istigfar itu tak perlu
dipamer-pamerkan, jika kita memamerkan istigfar kita maka itu hanya sebagai
buah bibir dan belum ikhlas. Rasa ikhlas itu tumbuh ketika kita dapat menerima
cobaan yang diberikan oleh Allah dengan lapang dada tanpa mengeluh sedikitpun. Karena cobaan atau ujian yang kita terima
merupakan sebagian rezeki kita yang masih tertunda.
Semua pekerjaan
itu terikat dengan ruang dan waktunya. Setinggi-tinggi nilai moral itu adalah
komitmen. Ketika kita sudah berkomitmen dengan apa yang kita pilih maka kita
akan ikhlas dalam menjalankannya. Rasa ikhlas itu harus berangkat dari niat
yang lurus untuk memperoleh ridha Allah S.W.T.
REFLEKSI(Elegi Ritual Ikhlas 5: Cantraka Hitam Menguji Ilmu Hitamnya)
Semua
yang kita dapatkan dan peroleh selama ini semata-semata semua karena ridha dari
Allah S.W.T. Ilmu yang kita peroleh dan cita-cita kita baik yang sudah terwujud
atau belum semuanya tidak lepas dari campur tangan Allah S.W.T. Karena hanya
Allah lah sutradara dari sandiwara kehidupan ini. Janganlah kita sekali-kali merasa sombong bahwa apa
yang kita dapatkan adalah usaha kita sendiri tanpa campur tangan orang lain.
Padahal tanpa mereka sadari bahwa apa yang kita peroleh selama ini berasal dari
Allah S.W.T. Oleh karena itu, kita sudah sepatutnya harus bersyukur kepada
Allah S.W.T dengan apa yang kita dapatkan selama ini dan menerima dengan ikhlas
apa
Kamis, 11 April 2013
REFLEKSI(Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas)
Ikhlas dalam bahasa jawa dapat diartikan "legowo"
yaitu, menerima segala ketentuan yang digariskan dengan lapang dada tanpa ada
keluhan yang keluar dari lisan. Kata ikhlas itu tak perlu diucapkan dari lisan
karena ikhlas itu akan tumbuh dari dalam hati yang paling dalam. Tingkat
keikhlasan seseorang dapat dilihat seberapa jauh orang tersebut sabar
menghadapi setiap cobaan dan menerima takdir yang di gariskan oleh Tuhan. Orang
yang ikhlas itu hendaknya jangan terlalu mengejar kenikmatan dunia saja akan
tetapi juga memperhatikan kehidupan nantinya yang lebih abadi. oleh karena itu,
setiap kegiatan harus dilandasi dengan niat yang ikhlas agar kita memperoleh
ridha-Nya.
REFLEKSI(Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis)
Rasa ikhlas itu tumbuh dari hati. Rasa ikhlas itu tak perlu
ditunjukan kepada setiap orang, jika diperlihatkan akan terkesan sombong. Rasa
ikhlas itu tidak mengenal dan mengharap kata pujian. Ikhlas itu hanya
mengharapkan ridha Allah SWT. Rasa ikhlas itu dapat dikembangkan dengan
melakukan ibadah yang benar, seperti shalat yang benar, zikir yang benar, puasa
sunah yang benar.
Derajat dan kekuasaan di mata Tuhan tidak berarti apa-apa,
karena yang membedakan seseorang dimata Tuhan adalah amal dan perbuatannya.
Manusia itu memiliki hak dan kewajiban yang sama, tidak ada pembeda seperti
sistem kasta. Oleh karena itu, luruskan niat ketika kita akan melaksanakan
sesuatu supaya hati dan pikiran kita
bisa ikhlas untuk menerimanya.
REFLEKSI (Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan teknis)
Segala sesuatu itu harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur
yang telah ditentukan, supaya tidak melenceng dari apa yang kita harapkan.
Begitupun dengan ibadah, harus dilakukan dengan baik dan benar serta sesuai
dengan prosedur yang telah ditentukan. beribadah pun harus dilakukan dengan
hati yang ikhlas dan tulus. Dalam melakukan ibadah hendaknya dilakukan secara
khusuk agar kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan. Oleh karena itu, dalam
melakukan ibadah kita harus saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain.
Baik itu lisan maupun perbuatan. Hak dan kewajiban manusia itu sama, yang
membedakan derajat manusia di mata Tuhan itu hanya amal dan perbuatan serta ke
ikhlasan.
REFLEKSI(Dialog Internasional 7 Pendidikan Matematika)
Pendidikan matematika dan matematika murni ibarat dua sisi
mata uang. Pendidikan matematika lebih menekankan pada aspek pedagogik,
bagaimana guru memperkenalan matematika kepada peserta didik dan melibatkan
siswa sat kegiatan pembelajaran serta bagaimana siswa dapat menerima dan
menganalisis materi yang disampaikan oleh guru. Sedangkan matematika murni
lebih menekan pada konsepan matematika secara rinci dan konseptual. sebenarnya
antara pendidikan matematika dan matematika murni saling behubungan dan berkesinambungan
antara satu dengan yang lain karena sama mempelajari matematika. Hanya saja
aspek yang dikaji antara matematika murni dan pendidikan matematika berbeda.
Langganan:
Postingan (Atom)